Saturday, February 25, 2017

Lirik Senartogok Feat. Sentris - Purna Manusia



Lyrics for 'Purna Manusia' by Senartogok Feat. Sentris


(Senartogok Shot)
untuk lucuti saripati hidup
kita mesti abadi tahankan arus berdegup
pada hari-hari purna
pada hening sunyi vulgar
hingga nisan menuntut nama
hingga makam tinggalkan nanar
Yo Sentris, buka sidang jemaat!

(Sentris)
Apa yang hendak disampaikan oleh air mata, tanah...
segara, pada hujan, yang menggantung di gelap mega,
mengetuk diri kau simponikan nurani,
bosan menguap tanya makna raga di hamparan bumi.
hendak sampaikan kata yang menjelma suara,
rayap sudah di pangkal lidah, lelah menjadi murah.
tarik catatan buram direkam gulungan hari...
sembari cemeti, ulangkala hidup menjumpa mati...
lalu,,,hendak basuh telapak kakimu diatas kepala
untuk siapa bungahmu ini berguna?
kita makan semua makna, mata baca semua aksara...
pada ruang bisu jua kata kembali bermuara...
muak mewujud tubuh kaku parau mengerti,
riang hanya pada tuan miliki jasad kita sendiri...
pada kawan disodomi pun riang berdiam diri...
melacur diri pun sudah masih riang berdiam diri...
hanya nominal, realitas yang tak mungkin kusangkal
lelah menengok fitrah dari mana sukma berasal
sedang matahari berikan ruang penglihatan,
dan senja masih berikan citra bayang tempat kemudian...
waktu yang menggulung leher untuk satu
tempat ukuran berikan makan pada parasyukan nafsu
kembali pada ruh, tuhan jangan tinggalkanku
hidupku yang parau dilobangMu kembali bertumpu...

(Chorus Verse)
kita terlalu keras paksa hasrat tembus angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara
kita terlalu keras paksa hasrat ke angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara

(Sentris shot)
Pada hidup sekali menjumpa mati,
pada takdir yang kelak harus kau jalani,
harap yang merangsak pada tangan dan kaki,
sebarkan cinta pada bumi yang hampir mati.
Yo Senartogok, lepaskan suaramu!

(Senartogok)
Pada selembar tawa Ujang kurobek doa
sejak pelacur seperti ibu, ayahnya bromocorah
Tombol 'stop' nazar bergetar di dada bismillah
kurapatkan ikhtiar tak sejengkal ajal
memikat persis zat Fran├žoise Villon
belang-bentong kakinya harus menjejak tanah
Pada kusam tangis Zahra kupakal murka
merajam ikrar sejenis Brownsville Ka
memahat The Night's Gambit aku antara
Dr. Yen-Lo dan Greenthumb menggulung ganja
memukat kaleng bir bintang, Guinnes & Aqua
Untuk baluti tubuhnya dengan gaun surga
Pada hamdalah tangis Dedi kutalkin hidup
mirip epilog realisme magis Kim-ki Duk
kuciduk senyum bunga-bunga mungil di jalanan
Kelak mereka tumbuh jadi api dan petaka
Membakar kemunafikan massa, warga, dan dunia
Pada tuhan dan iblis aku berjanji
mengamini pesakitan dan lebih mawas diri
meski atas dawai Yamaha C315 curian
kunyanyikan nada profan menembus kewarasan
meski atas 2 atau 3 potong pakaian
bergambar Dead Kennedys atau Onyx bajakan
meski bertas neosack berisi cutter, pylox dan
gunting hingga poster Anti-tank unduhan
meski atas antologi cerpen murahan
penyair gadungan yang diselipkan
di rak korporat aku sekarat tak ada gap
meski atas kepingan CD-R dalam mixtape
"100 lagu anti polisi" Tremor beyond the barbed
wire sambungkan meski atas canda sobek
katalog seni mahal persetan! aku Gusbarlian
yang mematung meski atas kolase setan
ditempel ganas di pos jaga kopolisian
setempat meski atas tagging mini petikan
lirik Shatterdome atau kuot Choi Muttaqin
meski bermodal tulisan Nasjah Djamin
kucoret portal ferbodden di malam dingin
meski bersuar rima puisi Rivai Apin
berdua bersama spidol menguak takdir
di meja kayu etalase kaca toko satir
digarap meski atas poster menggingir
akulah Kidult no god no master no gallery
Pada hari dan mati aku bersumpah keji
untuk tuntaskan niat kulumat asali
walau hanya bersendawa di rotasi insureksi diri
Pada ruang dan waktu aku bernubuwat suci
Tajalli diri meringkus setiap komplimen ilahi...

(Chorus Verse)
kita terlalu keras paksa hasrat tembus angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara
kita terlalu keras paksa hasrat ke angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara

(Sentris)
pada detik yang pertama sebelum mata terbuka
takdir yang dirakit sebelum paru serap udara
selami hakikat bagian dari alam semesta
pada kawan, akal kembali ke tunggal yang dewa
sebelum menjadi hidup merayap berulang kali
pada tubuh yang murni harap sukma peluk nurani
cinderamata buah tangan setelah mati
oleh tubuh yang mengisi diruang dalam galaksi...
tidak mudah menjadi diri terkadang
riuh membentang pasung gerakku hanya di dalam kandang
parau suara yang tak cukup lantang menantang
situasi bagai cambuk kuterima hanya dengan lapang
menjadi purna ia niscaya, mendewa ia berdusta
waktu adalah dzikir memancangkan mantra
do'a yang bersaut iklas buah tangan terbuka, pada
ladang sukma sebelum akal purna sempurna...
lalu nominal, realitas yang tak mungkin kusangkal
lelah menengok fitrah dari mana sukma berasal
matahari berikan ruang penglihatan,
dan senja masih berikan citra bayang tempat kemudian...
menjadi purna ia niscaya, mendewa ia berdusta
waktu adalah dzikir memancangk mantra
do'a yang bersaut iklas buah tangan terbuka,
dan ladang sukma sebelum akal purna sempurna...

(Chorus Verse)
kita terlalu keras paksa hasrat tembus angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara
kita terlalu keras paksa hasrat ke angkasa
pada horizontal kita paling juga membuta
diriung beliung, hasrat mohon ia membara,
ulang jumpa jua kaku akal tubuh bermuara

Yo, hormat pada para Purna Manusia,
Rand Slam, Joe Million, Leevil, Doyz, Juta
untuk semua kawan-kawan...
...Dan untuk semua tubuh yang masih berkawan dalam kesadaran,
untuk kawanku Ragakillah, semoga engkau menemukan,
muara akalmu berada...
...Dan untuk semua kawan kawan yang masih bertahan,
menyebarkan cinta...Piss Yo !

Audio: Senartogok Feat. Sentris - Purna Manusia




****Disclaimer: Music video and lyrics of the song Senartogok Feat. Sentris - Purna Manusia provided on this blog is copyright / ownership of the authors, artists and music labels are concerned. 

Entire media, including the lyrics of the song and video clip Senartogok Feat. Sentris - Purna Manusia is available on this site are for promotional and evaluation purposes. We also do not provide MP3 files on our server.

If you like the song Lirik Lagu Senartogok Feat. Sentris - Purna Manusia lyrics and the video clips, buy a cassette / CD / DVD, mp3 karaoke or code personal dial tone (NSP / RBT) to support the artist.****
Lyrics for 'Purna Manusia' by Senartogok Feat. Sentris Rating: 4.5 Review By: Bujang Ining


0 comments:

Post a Comment